Ajbar Dorong Gereja Toraja Mamasa Perkuat Persatuan Melalui Nilai Keagamaan dan Kebangsaan
Jakarta – Pimpinan Badan Penganggaran MPR RI, Ajbar, mengajak Gereja Toraja Mamasa (GTM) untuk terus berkontribusi dalam menjaga dan memperkuat persatuan bangsa melalui pengamalan nilai-nilai agama yang selaras dengan semangat kebangsaan.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, Ajbar menegaskan bahwa lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat. Menurutnya, ajaran tentang kasih, persaudaraan, toleransi, serta semangat gotong royong yang ditanamkan gereja merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) XXI Gereja Toraja Mamasa yang berlangsung di Klasis Balla Sattoko, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Jumat (24/7).
Ajbar menilai bahwa nilai keagamaan dan kebangsaan tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling mendukung dalam mewujudkan Indonesia yang damai, harmonis, dan beradab. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta sidang untuk menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat dengan mengedepankan dialog, sikap toleran, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Dalam kunjungan tersebut, Ajbar juga menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan MPR RI sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan. Pada kesempatan itu, ia menekankan pentingnya penerapan Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Ajbar, berbagai pandangan yang muncul dalam forum tersebut mencerminkan kesadaran dan komitmen bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar, baik dalam lingkungan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat secara luas.
Ia berharap sinergi antara MPR RI dan organisasi keagamaan, termasuk Gereja Toraja Mamasa, dapat terus ditingkatkan guna memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga persatuan, serta membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berkarakter kuat.